Tag Archives: TQM

Benefit Benchmarking, BSC, ISO, MBQNA, TQM

Kelebihan Benchmarking

  1. memperbaiki proses kritis yang ada dalam bisnis,
  2. memantapkan tujuan yang berorientasi pada pelanggan,
  3. menumbuhkan antusias staf dengan melihat yang terbaik,
  4. mengidentifikasi peluang-peluang baru yang terkadang muncul setelah  membandingkan,
  5. menjadi lebih berdaya saing,
  6. memperpendek siklus perbaikan proses bisnis dengan percepatan pembelajaran

KELEBIHAN BSC (Balanced Score card)

Yang menjadikan BSC memiliki nilai lebih dibandingkan dengan pengukuran kinerja tradisional adalah karena dia memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. BSC merupakan suatu turunan dari strategi dan misi perusahaan secara top-down. Sebaliknya, ukuran kebanyakan perusahaan adalah secara bottom-up: yaitu diperoleh dari aktivitas di bawah datau bersifat ad-hoc, sehingga seringkali tidak relevan dengan strategi secara keseluruhan.
  2. BSC bersifat memandang ke depan (forward looking). Hal tersebut memperhitungkan keberhasilan bukan hanya saat ini namun juga bagaimana perkiraannya di masa depan. Ini berbeda dengan pengukuran kinerja keuangan tradisional yang hanya menunjukkan kinerja periode yang telah lewat.
  3. BSC mengintegrasikan pengukuran internal dan eksternal. BSC tidak hanya mengukur net operating income, misalnya (eksternal) namun juga mengukur mengenai produk baru (internal). Ini membantu para manajer melihat di mana mereka telah melakukan trade-off di antara aspek pengukuran kinerja di masa lalu, dan membantu mereka memastikan bahwa keberhasilan masa mendatang untuk satu aspek bukan dengan merugikan aspek lainnya.
  4. BSC membantu perusahaan lebih fokus karena membuat para manajer mencapai kesepakatan hanya pada aspek pengukuran yang benar-benar kritikal terhadap trategi perusahaan.
  5. BSC memberikan pengukuran yang lebih komprehensif dan seimbang dengan memasukkan perspektif non keuangan, yang selama ini tidak diperhitungkan dalam pengukuran kinerja tradisional. Padahal sesungguhnya justru ketiga perspektif itulah yang menghasilkan apa yang diukur dalam perspektif keuangan.
  6. BSC memiliki perspektif yang koheren, dimana perspektif pembelajaran dan pertumbuhan akan mempengaruhi proses internal yang akan memperbaiki nilai kepada pelanggan dan pada akhirnya memperbaiki pula nilai pemegang saham.
  7. BSC memberikan perspektif yang semuanya terukur. Ini akan memenuhi keyakinan ‘if we can measure it, we can manage it, if we can manage it, we can achieve it’.

Kelebihan ISO 9000

1.  Melakukan perbaikan yang terus menerus dari kualitas produk, jasa, proses,    serta manusianya.

2.  Melakukan pengukuran rencana peningkatan kualitas dan kinerja dari suatu organisasi.

3.  Memiliki strategic planning yang merupakan hal penting bagi perusahaan

4. Meningkatkan kecepatan dan kinerja produksi perusahaan, serta kualitas dari   produk yang

dihasilkan.

2. Mengembangkan suatu sistem kerja organisasi yang mempunyai  Performance kerja yang tinggi.

3. Menciptakan visi dan strategi organisasi.

4. Meluruskan rencana dari organisasi, sehingga semua bagian yang ada dalam organisasi mempunyai

pandangan yang sama tentang visi, misi, strategi dan  rencana dari organisasi yang bersangkutan.

5. Membangun loyalitas dari konsumen.

Kelebihan  MBNQA

  1. menyediakan suatu kerangka untuk upaya peningkatan kinerja tanpa bersifat “mendikte.” Suatu organisasi didorong untuk mengembangkan pendekatan yang kreatif dan fleksibel selaras dengan kebutuhan organisasionalnya serta untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara pendekatan ini dengan hasil-hasilnya.
  2. bersifat inklusif. Kriteria Baldrige menjabarkan suatu kerangka pengelolaan yang terintegrasi yang melingkupi seluruh aspek organisasi, operasi, dan hasilnya; tidak seperti pendekatan lain tertuju hanya pada satu aspek, misalnya kepemimpinan saja, perencanaan strategis saja, atau manajemen proses saja.
  3. fokus pada persyaratan yang bersifat umum, bukan sekedar pada prosedur, “tools”, atau teknik. Upaya peningkatan lainnya seperti penggunaan standar ISO, Six Sigma, atau yang lainnya dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen kinerja organisasi dan disertakan sebagai bagian dari respons persyaratan Kriteria Baldrige.
  4. “adaptable”. Maksudnya Kriteria ini dapat digunakan oleh organisasi bisnis baik besar maupun kecil, pendidikan, layanan kesehatan, organisasi pemerintah, nirlaba, baik hanya berada di satu lokasi maupun yang tersebar di seluruh dunia.
  5. unggul dalam praktek manajemen tervalidasi. Kriteria Baldrige diperbaiki secara reguler untuk meningkatkan cakupan dari kinerja yang didorong strategi, menanggapi kebutuhan seluruh stakeholder, dan mengakomodasi kebutuhan dan praktek organisasional yang penting.

Kelebihan  TQM

Keterlibatan seluruh personil organisasi

  1. Pendekatan terhadap proses
  2. Pendekatan sistem manajemen
  3. Continual improvement
  4. Pendekatan nyata dalam keputusan proses pembuatan
  5. Hubungan yang saling menguntungkan dengan suplier

Balanced Scorecard, Malcom Balridge, TQM

Balanced Scorecard

Kelebihan sistem manajemen strategis berbasis balanced scorecard dibandingkan konsep manajemen yang lain adalah bahwa ia menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. balanced scorecard paling tepat disusun pada saat-saat tertentu, misalnya ketika ada merjer atau akuisisi, ketika ada tekanan dari pemegang saham, ketika akan melaksanakan strategi besar dan ketika organisasi berubah haluan atau akan mendorong proses perubahan

Balanced scorecard diyakini dapat mengubah strategi menjadi tindakan, menjadikan strategi sebagai pusat organisasi, mendorong terjadinya komunikasi yang lebih baik antar karyawan dan manajemen, meningkatkan mutu pengambilan keputusan dan memberikan informasi peringatan dini, serta mengubah budaya kerja. Potensi untuk mengubah budaya kerja ada karena dengan balanced scorecard, perusahaan lebih transparan, informasi dapat diakses dengan mudah, pembelajaran organisasi dipercepat, umpan balik menjadi obyektif, terjadwal, dan tepat untuk organisasi dan individu; dan membentuk sikap mencari konsensus karena adanya perbedaan awal dalam menentukan sasaran, langkah-langkah strategis yang diambil, ukuran yang digunakan, dll.

Malcom Balridge

mendorong perusahaan untuk menjadi yang terbaik,” ujar peraih predikat The Best Executive Divisi Regional V 2002 itu. Dalam Kriteria Baldrige, kinerja sebuah perusahaan bisa dibandingkan dengan kinerja perusahaan lain yang sejenis berdasarkan skor (nilai) yang diperolehnya.

Sebuah perusahaan yang berhak mendapatkan penghargaan setidaknya harus melalui 4 tahapan utama: Pengajuan Dokumen Aplikasi, Audit Dokumen, Peninjauan Langsung Perusahaan, dan Sidang Dewan Juri (Board of Examiner).

Setiap tahapan mempunyai persyaratan yang standard an batasan sangat ketat, berupa persyaratan administrasi maupun panduan penilaian (scoring guideline). Setiap organisasi yang dinilai harus menunjukkan – melalui fakta dan data – bahwa mereka memiliki system manajemen kelas dunia dan selalu berusaha meningkatkannya. Sebelum memberikan rekomendasi organisasi yang berhak menerima penghargaan, pemeriksaan final dilakukan oleh Dewan Juri dengan mengunjungi organisasi yang dinilai sebagai kandidat penerima.

TQM

TQM adalah pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk dan pelayanan suatu organisasi.  Dalam TQM di bangun budaya kualitas dan melibatkan semua level karyawannya di perusahaan. Lebih  menonjolkan kerja tim dan pemecahan terhadap masalah dengan mendorong melakukan inovasi – inovasi baru dalam rangka perbaikan kualitas dan memuaskan pelanggan.