Diagram Fishbone

Fishbone

dari Ishikawa menjadi satu tool yang sangat populer dan dipakai di seluruh penjuru dunia dalam mengidentifikasi faktor penyebab problem/masalah. Diagram “tulang ikan” ini dikenal dengan cause and effect diagram

  • Keunggulan

–         Dengan menbuat diagram ini kita telah mempelajari sistem

–         Diagram ini menunjukkan pemahaman tentang tim pemecahan masalah

–         Diagram ini menghasilkan penemuan secara aktif tentang penyebab masalah

–         Diagram ini bisa memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya

Untuk menyusun kerangkanya harus diingat:

  • Untuk industri barang – 4 M

man, method, machine, material

  • Untuk industri jasa:

equipment, policies, procedures, people

fisbone diagram

Dengan menerapkan diagram Fishbone ini dapat menolong kita untuk dapat menemukan akar “penyebab” terjadinya masalah khususnya di industri manufaktur dimana prosesnya terkenal dengan banyaknya ragam variabel yang berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan. Apabila “masalah” dan “penyebab” sudah diketahui secara pasti, maka tindakan dan langkah perbaikan akan lebih mudah dilakukan. Dengan diagram ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita untuk dapat melihat semua kemungkinan “penyebab” dan mencari “akar” permasalahan sebenarnya.

fisbone diagram 2

GOING PUBLIC (Go Public)

GOING PUBLIC

Go Public diartikan sebagai upaya ketika seorang wirausahawan atau perusahaan melakukan suatu kerjasama dengan menjual bagian perusahaan dalam bentuk saham di pasar modal yang terdaftar di Bursa Efek.

Dalam melakukan go public, terdapat beberapa keuntungan & kerugian sebagai berikut :

  • Keuntungan.

–         Perusahaan akan dapat meningkatkan modal kerja.

–         Meningkatkan kemampuan untuk meminjam dana.

–         Meningkatkan kemampuan untuk memperoleh modal kerja.

–         Meningkatkan citra perusahan

–         Kemakmuran pribadi.

  • Kerugian

–         Meningkatnya resiko kewajiban.

–         Biaya yang meningkat.

–         Regulasi dari kebijakan prosedur tata kelola perusahaan yang baik.

–         Keterbukaan Informasi.

–         Tekanan untuk mempertahankan pertumbuhan.

–         Hilangnya kontrol terhadap perusahaan.

ALTERNATIF-ALTERNATIF UNTUK GOING PUBLIC

Secara umum ada dua alternatif yang digunakan untuk go public, yaitu : Private Placement dan Pinjaman Bank.

Private Placement of Securities khususnya dengan institusi investor, perusahaan asuransi dan perusahaan investasi atau dana pensiun adalah satu cara untuk memperoleh kebutuhan akan dana dengan keterlibatan publik lebih sedikit. Dana-dana ini biasanya dalam bentuk hutang jangka pendek dan jangka panjang, dengan tingkat bunga mengambang atau preferred stock dengan persyaratan-persyaratan pembagian khusus. Private Placement kebanyakan mengandung perjanjian terbatas yang diharapkan bukan untuk menghambat operasi-operasi spekulasi, namun untuk melindungi investor dan mengijinkan investasi dapat dicairkan pada waktunya.

Pinjaman Bank, biasanya digunakan untuk meningkatkan dana, walaupun harus memberikan jaminan dari perusahaan tersebut. Jaminan ini biasanya dalam bentuk kontrak, piutang, mesin, peralatan kerja, tanah atau bangungan yang merupakan asset yang dapat dihitung/dinilai. Pinjaman bank biasanya dibuat dalam jangka pendek atau jangka menengah dengan bunga mengambang. Jadwal pembayaran dan batasan perjanjian alternatif pembiayaan ini juga bisa menjadi penghalang dalam penggunaan dana.

Alternatif lain dalam pembiayaan perusahaan adalah dapat diperoleh dari pinjaman non bank seperti perusahaan leasing peralatan, hipotik bank, supplier dan sebagainya. Biasanya sumber alternatif ini memberikan wirausahawan fleksibilitas penggunaan dana dibanding bank.

PENGATURAN WAKTU GO PUBLIC DAN PEMILIHAN PENJAMIN EMISI

Ada dua isu-isu yang paling kritis dalam suatu penawaran public yang sukses yaitu : pengaturan waktu penawaran dan tim penjamin emisi. Seorang wirausahawan perlu mencari nasihat dari beberapa penasehat/konsultan keuangan seperti juga wirausahawan lain yang terbiasa dengan proses di dalam membuat keputusan-keputusan di dalam dua  area-area ini.

Pengaturan Waktu

Apakah aku siap untuk Go Public? Ini adalah wirausaha itu sebuah pertanyaan yang kritis sebelum meluncurkan usaha menjadi go public.

Beberapa ukuran-ukuran untuk mengevaluasi dalam membuat  keputusan ini diindikasikan sebagai berikut :

Pertama, apakah kapasitas dari perusahaan sudah cukup/mampu? Bisa jadi harus menyesuaikan dengan standar-standar ukuran/jumlah minimum yang sudah ditetapkan baru bisa menjadi go public. Contoh; New York perusahaan investasi perbankan New York menyukai sedikitnya 100,000 saham yang ditawarkan pada harga sedikitnya $ 20 per saham. ini bahwa sebuah perusahaan  harus mempunyai nilai  paling tidak sebesar $ 50 juta untuk tujuan mendukung rencana go public, $ 20 juta di tawarkan menjadi nilai saham yang mewakili tidak lebih dari 40 persen jumlah keseluruhan asset perusahaan.

Kedua, berapa besar pendapatan perusahaan dan seberapa kuat kemampuan keuangan perusahaan? tidak hanya penilaian terhadap kemampuan/performa perusahan saja, tetapi itu juga menentukan jika perusahaan kesuksesan proses go public dan jenis dari penjamin emisi. Dan juga bermacam criteria yangn dilihat perubahannya dari tahun ke tahun, dengan demikian mencerminkan kondisi-kondisi pasar, secara umum satu perusahaan harus mempunyai sedikitnya satu tahun penjualan dan pendapatan yang dilihat bagus sebelum penawaran sahamnya akan bisa diterima oleh pasar. Perusahaan penjamin emisi lebih besar mempunyai lebih ukuran-ukuran ketat, seperti penjualan setinggi $ 15 juta sampai$ 20 juta, $ 1 juta lebih untuk kriteria laba bersih, dan 30 sampai 50 persen laju pertumbuhan tahunan.

Ketiga, apakah kondisi pasar baik selama satu penawaran saham perdana? Mendasari pada pendapatan dan penjualan, seperti juga ukuran menawarkan, apakah berlaku kondisi pada pasar umum. Kondisi pasar mempengaruhi kedua-duanya harga awal bahwa wirausahawan akan menerima untuk saham dan aftermarket, atau nilai prestasi saham setelah penjualan perdana. Beberapa kondisi pasar lebih baik untuk IPO dibanding yang lain. Kecuali jika kebutuhan akan dana/modal itu mendesak, maka waktu penundaan menjadi sangat mustahil, wirausahawan perlu menempat perusahaanya dalam proses go public di dalam kondisi pasar paling baik.

Keempat, sebagaimana penting dana/modal yang diperlukan? wirausahawan harus menilai secara hati-hati antara akan kebutuhan untuk dana baru dan ketersediaan modal luar dari  sumber lainnya. Karena sejak penjualan saham, sifat investasi kepemilikan wirausahawan berkurang, muncul pemilik-pemilik ekuitas lain, untuk jangka panjang sebelum menawarkan saham pada umum, pertumbuhan penjualan dan keuntungan-keuntungan terjadi, semakin sedikit persen dari kepemilikan ekuitas wirausahawan semakin kecil pembagian hasil yang ada. Masuk bursa adalah sering satu-satunya metoda dengan mana perantara saham boleh memperoleh dana yang diperlukan.

Pemilihan Penjamin Emisi

Sekali ketika wirausahawan sudah menentukan bahwa pengaturan waktu untuk menawarkan saham pada umum adalah tepat maka dia harus secara hati-hati memilih satu pengelola penjamin emisi yang akan kemudian memelopori di dalam sindikat penjamin emisi gambaran fluktuasi harga dan pasar komoditas. Penjamin emisi menjadi arti penting kritis di dalam menetapkan harga untuk persediaan perusahaan, mendukung saham di dalam aftermarket, dan kuat dalam membuat analisis keamanan.

Walaupun kebanyakan penawaran publik diselenggarakan oleh satu sindikat dari penjamin emisi, wirausahawan harus memilih dan memimpin atau mengelola penjamin emisi. Pengelolaan penjamin wasiat kemudian mengembangkan sindikat dari penjamin emisi untuk penawaran saham perdana. Wirausahawan perlu idealnya mengembangkan satu hubungan dengan beberapa potensi yang memanage penjamin emisi (bankir investasi) sedikitnya satu tahun sebelum menawarkan saham pada umum. Sering, ini terjadi sepanjang putaran pertama – kedua periode keuangan, bila nasihat dari suatu bankir investasi/ penjamin emisi membantu struktur pengaturan-pengaturan keuangan untuk memposisikan perusahaan untuk melakukan go public lagi.

Sejak memilih bankir investasi adalah satu faktor utama di dalam sukses menawarkan, wirausahawan perlu mendekati satu melalui suatu kontak timbal balik. Bank Komersial, pengacara-pengacara yang mengkhususkan di dalam pekerjaan sekuritas, Akunting Publik, penyedia-penyedia pembiayaan yang awal, atau anggota-anggota terkemuka dewan direksi. wirausahawan perlu memperhatikan beberapa ukuran-ukuran di dalam proses pemilihan, seperti reputasi, kemampuan penyebaran. jasa, pengalaman, dan pendukung.

Karena satu penawaran saham perdana jarang melibatkan satu perkumpulan terkenal, pengelola penjamin emisi memerlukan satu reputasi baik untuk mengembangkan satu regu yang solid dan menyediakan pemodal-pemodal potensial. Reputasi ini membantu jual penawaran publik dan saham di dalam aftermarket. Etika penjamin emisi potensial adalah aspek/pengarah harus secara hati-hati dievaluasi.

Sukses menawarkan juga tergantung pada kemampuan penyebaran penjamin emisi. satu wiraswasta ingin persediaan perkumpulan nya yang dibagi-bagikan sampai sama lebar dan variod satu basis atau dasar sama mungkin. Karena masing-masing perbankan investasi mempunyai satu klien berbeda dasar, wiraswasta perlu bandingkan basis klien dari pengelola penjamin emisi mungkin. Apakah klien dasar betul-betul kelembagaan atau apakah (itu) terdiri atas investor perorangan? Atau apakah (itu) seimbang antara keduanya? Apakah basis atau dasar lebih secara internasional atau domestically oriented? pemodal-pemodal jangka panjang atau spekulator-spekulator? apa itu adalah penyebaran geografi, regional, lokal, atau di seluruh Negara / grup dan pengelola penjamin emisi dengan satu basis atau dasar klien mutu akan membantu inventarisasi dengan baik proses pelaksanaan di dalam aftermarket.

Beberapa penjamin emisi lebih mampu dibanding (orang) yang lain untuk menjadi badan penasehat keuangan & investasi. walaupun faktor ini adalah bukan sepenting seperti sebelumnya dua di dalam memilih satu penjamin emisi, nasehat keuangan adalah sering diperlukan di depan dan setelah Emisi perdana. Seorang wirausahawan perlu mempunyai pertanyaan seperti berikut : apakah penjamin emisi dapat menyediakan nasehat/ide keuangan yang baik? apakah penjamin emisi mempunyai nasehat/saran keuangan yang baik seperti klien-klien sebelumnya? Apakah penjamin emisi mampu melihat masa depan publik atau keuangan swasta? jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menandai (adanya) derajat/tingkat dari kemampuan antar penjamin emisi prospektif. Seperti yang dicerminkan di dalam pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, pengalaman perbankan investasi sangat penting. Penjamin emisi harus mempunyai pengalaman dalam isu-isu mengenai perusahaan yang sama ataupun kurang lebih industri yang sejenis. Pengalaman ini akan memberi kredibilitas pengelola penjamin emisi, kemampuan untuk menjelaskan perusahaan untuk menginvestasikan publik, dan kemampuan untuk menghargai Emisi perdana dengan teliti.

Faktor akhir yang perlu dipertimbangkan adalah mengatur biaya-biaya penjaminan emisi. Masuk bursa adalah satu pilihan yang sangat mahal, dan biaya-biaya dapat bertukar-tukar dengan diantara penjamin emisi. Biaya-biaya berhubungan dengan berbagai pengelola penjamin emisi mungkin harus hati-hati melalui pertimbangan empat faktor tadi. Kuncinya adalah untuk memperoleh penjamin emisi kemungkinan terbaik dan tidak mencoba sampai berhenti di sudut, yang diberi taruhan yang dilibatkan dalam suatu penawaran saham perdana sukses.


PASCA GO PUBLIC

Setelah penawaran perdana saham ke publik terjual, ada hal-hal yang harus diperhatikan bagi wirausahawan. Hal-hal termasuk aftermarket support (kegiatan-kegiatan underwriter untuk membantu dukungan harga saham sehubungan dengan penawaran ke publik), hubungan dengan komunitas finansial dan melaporkan persyaratan.

Aftermarket Support

Setelah saham dilepas ke publik, harganya akan dimonitor, khususnya pada minggu-minggu awal setelah penawaran perdana. Untuk menstabilkan pasar dan mencegah harga sahamnya turun di bawah harga penawaran perdana, underwriter biasanya menawar untuk membeli saham pada tahap-tahap awal setelah ditawarkan ke umum, untuk memberikan dukungan pasar. Dukungan ini penting agar harga saham tidak turun setelah penjualan perdana.

Hubungan dengan Komunitas Finansial

Setelah perusahaan Go Public, komunitas finansial biasanya sering memperhatikan. Seorang wirausahawan perlu menambah waktu untuk mengembangkan hubungan dengan komunitas ini. Hubungan yang dibuat ini memiliki efek yang signifikan di pasar dan harga saham perusahaan. Sejak semakin banyaknya investor mempercayakan pada analis dan broker untuk saran investasi, wirausahawan harus berupaya untuk sesering mungkin bertemu dengan analis dan broker saham. Pertemuan rutin dengan komunitas analis sekuritas adalah bagian dari membina hubungan dengan mereka, seperti pernyataan ke publik melalui press release. Secara rutin, ada baiknya direkrut seorang di perusahaan sebagai juru bicara, untuk memastikan bahwa pers, publik, analis sekuritas ditangani sebagai ramah dan baik. Tidak ada yang lebih buruk daripada sebuah perusahaan publik yang tidak merespon permintaan informasi.

Sistem Pelaporan

Perusahaan yang sudah Go Public, harus memberikan laporan tahunan, triwulan dan transaksi-transaksi khusus ataupun laporan kegiatan.

–     Informasi pada laporan tahunan memuat aktifitas bisnis, manajemen, aset perusahaan dan laporan keuangan yang telah diaudit.

–     Informasi pada laporan triwulan memuat informasi keuangan yang belum diaudit berjalan selama 3 bulan berjalan.

–     Informasi Kegiatan harus dilaporkan pada waktu 2-5 hari seperti akuisisi, perubahan aset yang besar, mundur akuntan publik perusahaan ataupun perubahan pemegang kendali perusahaan.

MITOS-MITOS BERKAITAN DENGAN GO PUBLIC

Secara umum ada 8 mitos yang berkaitan dengan isu-isu penting untuk wirausahawan dalam rangka Go Public perusahaannya, yaitu :

MITOS

KETERANGAN

1. In this market, High Tech is the name of the game. Perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan teknologi tinggi memiliki perhatian lebih oleh investor seperti : Perusahaan Kesehatan, Teknikal, Teknologi Komputer, juga perusahaan retail.
2. Jika semua lancar, jangan khawatir pasca IPO. Perusahaan harus memperhatikan kondisi pasar khususnya 6-9 bulan pasca IPO. Hal-hal kecil yang mengecewakan mengenai perfoma dari perusahaan akan mempengaruhi harga saham.
3. Para analis akan terus memperhatikan aktifitas perusahaan.
4. Perusahaan wirausahawan baru akan terus menjadi perhatian. Perusahaan harus lebih diperhatikan aktifitasnya. Wirausahawan ketika menjadi perusahaan publik berada di urutan paling bawah piramida sedangkan investor, penjamin dan bank investasi dan spekulan berada di atasnya.
5. Anda harus mampu membuat profit untuk mendapat perhatian baik di pasar yang  ini. Hati-hati dengan penilaian dan tingkat keuntungan. Wirausahawan harus menghindari investasi yang tidak perlu dan lebih memperhatikan hasil operasional yang positif dan meningkatkan harga saham sejalan dengan performa perusahaan
6. Memiliki asset yg besar secara cepat.
7. Selama waktu IPO, anda jadi pusat perhatian. Jika perusahaan telah siap dan pasar dipredikasi baik, perusahaan diharapkan melanjutkan upaya IPO tanpa harus memperhatikan mitos-mitos sehubungan dengan masa depan perusahaan
8. Ada yang tahu kemana pasar IPO diarahkan.

Evaluasi Dan Kontrol (Mengukur Kinerja Perusahaan)

Melalui strategi ini, audit, kompensasi, BOD mengevaluasi performansi kerja dari CEO dan top management team.  Performansi perusahaan binilai dari profitnya dengan menggunakan pengukuran ROI, ROE, EPS, atau shareholder value.
Management audit
Sangat berguna bagi BOD dalam mengevaluasi penanganan manajemen dalam banyak aktivitas perusahaan.
Strategic audit
Menyediakan checklist pertanyaan pertanyaan baik untuk area tertentu atau bila ada masalah, dimana dapat menemtukan analisis sistematik dari banyak fungsi perusahaan dan aktivitas yang dilakukan.
Primary Measures of Divisional and Functional Performance
Sistem kontrol dapat ditentukan dengan memonitor fungis fungsi spesific, project atau divisi. Responsibility centre digunakan untuk memisahkan sebuah unit yang dapat dievaluasi secara terpisah dari unit unit lainnya. Beberapa tipe yang menetukancara perusahaan mengukur control system baik jasa atau produk;
Standard cost centers : secara umum digunakan dalam industri manufaktur, standard cost  telah terkomputerisasi untuk setiap operasi  dan berbasis data hstoris.
Revenue centers : dengan revenue center , produksi, umumnya hubungannya dengan unit atau dollar, diukur tanpa memikirkan resources cost (gaji). Hal ini lebih memetingkan efektivitas lebih dari efisiensi.
Expense centers : sumber daya yang diukur dalam dollar, tanpa mempertimbangkan untuk biaya produk atau jasa.
Profit centers : performansi yang diukur dengan hubungannya differensiasi antara revenue dan expenditur.
Invesment centers : diukur dengan hubungan differensiasi antara sumber daya  dengan servis atau produk itu sendiri.
Using Benchmarking to Evaluate Performance
Benchmarking adalah proses mengukur produk, services dan pelatihan  terhadap kompetitor yg terkuat atau perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin industri. Proses benchmarking biasanya meliputi beberapa langkah dibawah ini;
Mengidentifikasi area atau proses yang akan diteliti
Menemukan sikap dan output yang diukur dari area atau proses dan mendapatkan pengukuran yang tepat.
Memilih akses dari kompetitor dan prusahan perusahaan terbaik  yang akan kita hadapi untuk dibenchmark
Mengkalkulasikan diffrensiasi diantara performansi perusahaan perusahaan yang akan diukur  dan prusahan perusahaan terbaik  dan menentukan kenapa bisa ada differensiasi.
Mengembangkan taktikal program untuk menutup gap dalam performansi
Mengimplementasikan program dan kemudian membandingkan hasilnya pengukuran yang baru dengan kompetitor.
International Measurement Issues
Ada tiga teknik yang sering digunakan untuk performansi internasional yaitu ROI, budget analisys dan perbandingan histori.
Strategic Information System
Sebelum pengukuran performansi berdampak pada manajemen strategik, mereka terlebih dahulu dikomunikasikan dengan orang orang yang bertanggung jawab untuk formulasi dan implementasi rencana strategik. Disini strategic information system berperan, strategic information system bisa berupa computer based, manual formal atau informal.
Enterprise resource planning (ERP)
ERP menggabungkan semua aktivitas bisinis dalam suatu perusahaan, dari proses order ke produksi, dengan sebuah software. Tapi tidak semua ERP dapat bekerja di setiap perusahaan, ada tiga alasan mengapa erp dapat gagal;
Kurangnya penyesuaian dari software agar dapat bekerja di perusahaan
Terbatasnya pelatihan
Kurangnya dukungan untuk pengimplementasian
Problems in measuring performance
Short term orientation
Top executive menjelaskan bahwa dalam banyak situasi, mereka tidak selalu menganalisa implikasi jangka panjang dari operasa saat ini dalam strategi yang telah mereka adopsi dari dampak operasional strategu di misi perusahaan. Evaluasi jangka panjang lebih sering tidak dilakukan karena eksekutif ;
Tidak sadar akan pentingnya
Percaya bahwa pemikiran jangka pendek lebih penting daripada jangka panjang
Tidak mengevaluasi basis jangka panjang secara personal
Tidak ada waktu untuk membuat analisis jangka panjang
Goal Displacement
adalah kekeliruan  dengan arti jalan buntu dan terjadi pada saat aktivitas berusaha menolong manajer untuk mendapatkan tujuan perusahaan menjadi buntu bagi mereka sendiri. Ada dua tipe dari perubahan tujuan yaitu behavior substitution dan suboptimization
Behavior subtitution
Fenomena ketika aktifitas yang  merupakan orang pengganti tidak bekerja untuk  aktivitas pencapaian sasaran tetapi apada akhirnya mereka pasti dalam pencapaian sasaran karena aktivitas yang berbeda diberi reward
Suboptimization
Fenomena dari pengoptimalan sebuah unit untuk mencapai sasaran dengan kerugian perusahaan secara menyeluruh.
Guidelines for proper control
Kontrol seharusnya melibatkan hanya jumlah minimum informasi yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran kejadian
Kontrol seharusnya memonitor hanya arti dari aktivitas dan hasil, tanpa memeperhatikan tingkat kesulitan pengkuran
Kontrol seharusnya diatur dengan waktu sehingga dapat membuat tindakan korektif dan dapat diambil langkah sebelum telat
Kontrol Jangka panjang dan jangka pendek seharusnya digunakan
Kontrol seharusnya menunjuk pada pengecualian
Menekankan pada reward jika memenuhi standard dan sebaliknya
Strategic incentive management
Ada tiga pendekatan yang disusun untuk membantu mencocokkan pengukuran dan reward dengan explicit strategic objectives dan time frame;
Weighted factor method : pada umumnya digunakan untuk mengukur dan memberi reward jika performansi untuk top SBU manajer dan sekelasnya jika  faktor performansi dan kepentingannya berubah rubah dari satu SBU ke lainnya.
Long term evaluation method :berdasarkan performansu untuk jangka panjang
Strategic fund method : strategi ini mendorong eksekutif untuk melihat pengeluaran untuk pengembangan yang berbeda dari pengeluaran yang dibutuhkan untuk operasi ini.
Kesimpulan
Evaluasi dan kontrol adalah salah satu bagian yang tersulit dalam manajemen strategik, tidak tahu berapa pengukuran yang dibutuhkan agar kita mengerti dengan jelas. Oleh karena itu kita tidak saja butuh pengukuran secara tradisional yaitu dengan ROI atau EPS tapi juga menggunakan EVA, MVA atau balanced scorecard. Pengukuran performansi  dapat dan bisa dilakukan dengan hasil jangka pendek yang berorientasi tindakan dan goal displacement. Maka dari itu para ahli menyarankan menggunakan pengukuran multiple hanya jika menghasilkan kejadian yangsesuai dengan gambaran yang dapat dipertanggung jawabkan
  • Evaluating top management and Board of Directors

Melalui strategi ini, audit, kompensasi, BOD mengevaluasi performansi kerja dari CEO dan top management team.  Performansi perusahaan binilai dari profitnya dengan menggunakan pengukuran ROI, ROE, EPS, atau shareholder value.

  • Management audit

Sangat berguna bagi BOD dalam mengevaluasi penanganan manajemen dalam banyak aktivitas perusahaan.

  • Strategic audit

Menyediakan checklist pertanyaan pertanyaan baik untuk area tertentu atau bila ada masalah, dimana dapat menemtukan analisis sistematik dari banyak fungsi perusahaan dan aktivitas yang dilakukan.

  • Primary Measures of Divisional and Functional Performance

Sistem kontrol dapat ditentukan dengan memonitor fungis fungsi spesific, project atau divisi. Responsibility centre digunakan untuk memisahkan sebuah unit yang dapat dievaluasi secara terpisah dari unit unit lainnya. Beberapa tipe yang menetukancara perusahaan mengukur control system baik jasa atau produk;

  1. Standard cost centers : secara umum digunakan dalam industri manufaktur, standard cost  telah terkomputerisasi untuk setiap operasi  dan berbasis data hstoris.
  2. Revenue centers : dengan revenue center , produksi, umumnya hubungannya dengan unit atau dollar, diukur tanpa memikirkan resources cost (gaji). Hal ini lebih memetingkan efektivitas lebih dari efisiensi.
  3. Expense centers : sumber daya yang diukur dalam dollar, tanpa mempertimbangkan untuk biaya produk atau jasa.
  4. Profit centers : performansi yang diukur dengan hubungannya differensiasi antara revenue dan expenditur.
  5. Invesment centers : diukur dengan hubungan differensiasi antara sumber daya  dengan servis atau produk itu sendiri.

  • Using Benchmarking to Evaluate Performance

Benchmarking adalah proses mengukur produk, services dan pelatihan  terhadap kompetitor yg terkuat atau perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin industri. Proses benchmarking biasanya meliputi beberapa langkah dibawah ini;

  1. Mengidentifikasi area atau proses yang akan diteliti
  2. Menemukan sikap dan output yang diukur dari area atau proses dan mendapatkan pengukuran yang tepat.
  3. Memilih akses dari kompetitor dan prusahan perusahaan terbaik  yang akan kita hadapi untuk dibenchmark
  4. Mengkalkulasikan diffrensiasi diantara performansi perusahaan perusahaan yang akan diukur  dan prusahan perusahaan terbaik  dan menentukan kenapa bisa ada differensiasi.
  5. Mengembangkan taktikal program untuk menutup gap dalam performansi
  6. Mengimplementasikan program dan kemudian membandingkan hasilnya pengukuran yang baru dengan kompetitor.

International Measurement Issues

Ada tiga teknik yang sering digunakan untuk performansi internasional yaitu ROI, budget analisys dan perbandingan histori.

  • Strategic Information System

Sebelum pengukuran performansi berdampak pada manajemen strategik, mereka terlebih dahulu dikomunikasikan dengan orang orang yang bertanggung jawab untuk formulasi dan implementasi rencana strategik. Disini strategic information system berperan, strategic information system bisa berupa computer based, manual formal atau informal.

  • Enterprise resource planning (ERP)

ERP menggabungkan semua aktivitas bisinis dalam suatu perusahaan, dari proses order ke produksi, dengan sebuah software. Tapi tidak semua ERP dapat bekerja di setiap perusahaan, ada tiga alasan mengapa erp dapat gagal;

  1. Kurangnya penyesuaian dari software agar dapat bekerja di perusahaan
  2. Terbatasnya pelatihan
  3. Kurangnya dukungan untuk pengimplementasian

Problems in measuring performance

  • Short term orientation

Top executive menjelaskan bahwa dalam banyak situasi, mereka tidak selalu menganalisa implikasi jangka panjang dari operasa saat ini dalam strategi yang telah mereka adopsi dari dampak operasional strategu di misi perusahaan. Evaluasi jangka panjang lebih sering tidak dilakukan karena eksekutif ;

  1. Tidak sadar akan pentingnya
  2. Percaya bahwa pemikiran jangka pendek lebih penting daripada jangka panjang
  3. Tidak mengevaluasi basis jangka panjang secara personal
  4. Tidak ada waktu untuk membuat analisis jangka panjang
  • Goal Displacement

adalah kekeliruan  dengan arti jalan buntu dan terjadi pada saat aktivitas berusaha menolong manajer untuk mendapatkan tujuan perusahaan menjadi buntu bagi mereka sendiri. Ada dua tipe dari perubahan tujuan yaitu behavior substitution dan suboptimization

  • Behavior subtitution

Fenomena ketika aktifitas yang  merupakan orang pengganti tidak bekerja untuk  aktivitas pencapaian sasaran tetapi apada akhirnya mereka pasti dalam pencapaian sasaran karena aktivitas yang berbeda diberi reward

  • Suboptimization

Fenomena dari pengoptimalan sebuah unit untuk mencapai sasaran dengan kerugian perusahaan secara menyeluruh.

  • Guidelines for proper control

  1. Kontrol seharusnya melibatkan hanya jumlah minimum informasi yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran kejadian
  2. Kontrol seharusnya memonitor hanya arti dari aktivitas dan hasil, tanpa memeperhatikan tingkat kesulitan pengkuran
  3. Kontrol seharusnya diatur dengan waktu sehingga dapat membuat tindakan korektif dan dapat diambil langkah sebelum telat
  4. Kontrol Jangka panjang dan jangka pendek seharusnya digunakan
  5. Kontrol seharusnya menunjuk pada pengecualian
  6. Menekankan pada reward jika memenuhi standard dan sebaliknya

Strategic incentive management

Ada tiga pendekatan yang disusun untuk membantu mencocokkan pengukuran dan reward dengan explicit strategic objectives dan time frame;

  1. Weighted factor method : pada umumnya digunakan untuk mengukur dan memberi reward jika performansi untuk top SBU manajer dan sekelasnya jika  faktor performansi dan kepentingannya berubah rubah dari satu SBU ke lainnya.
  2. Long term evaluation method :berdasarkan performansu untuk jangka panjang
  3. Strategic fund method : strategi ini mendorong eksekutif untuk melihat pengeluaran untuk pengembangan yang berbeda dari pengeluaran yang dibutuhkan untuk operasi ini.

Kesimpulan

Evaluasi dan kontrol adalah salah satu bagian yang tersulit dalam manajemen strategik, tidak tahu berapa pengukuran yang dibutuhkan agar kita mengerti dengan jelas. Oleh karena itu kita tidak saja butuh pengukuran secara tradisional yaitu dengan ROI atau EPS tapi juga menggunakan EVA, MVA atau balanced scorecard. Pengukuran performansi  dapat dan bisa dilakukan dengan hasil jangka pendek yang berorientasi tindakan dan goal displacement. Maka dari itu para ahli menyarankan menggunakan pengukuran multiple hanya jika menghasilkan kejadian yangsesuai dengan gambaran yang dapat dipertanggung jawabkan

Fuel Cell Hydrogen sebagai Energi Alternatif pada BTS

Sumber energi alternatif

  • Sumber energi alternatif sudah lama didengungkan untuk segera dipakai. Bahkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pada tahun 2020 mendatang penggunaan energi alternatif sudah mencapai lima persen. Kebijakan ihwal energi alternatif pun tak kalah banyak. Dari sisi teknologi dan ketersediaan bahan baku juga sudah tak diragukan lagi
  • Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah fuel cell yang berbahan bakar dasar hidrogen. “fuel cell adalah perangkat elektronika yang mampu mengonversi perubahan energi bebas suatu rekasi elektronikia menjadi energi listrik

Pengertian Fuel Cell

  • Alat yang sejenis fuel cell yang sering kita jumpai adalah baterai. baterai yang mempunyai komponen2 kimia sebagai penyusunnya, akan mengubah energi kimia tersbut menjadi energi listrik. akan tetapi energi baterai akan habis dan untuk mendapatkan energi lagi kita harus menggantinya dengan baterei yang baru atau me recharge ulang baterei tersebut.
  • Dengan fuel cell, bahan/senyawa kimia -sebagai sumber energi- akan terus ada selama kita mengisi bahan bakar fuel cell tersebut. senyawa kimia yang paling banyak dipakai dalam fuel cell adalah hidrogen dan oksigen. kedua senyawa tersebut dipilih karena kelimpahannya di alam sangat banyak.

Prinsip kerja fuel cell

  • Fuel cell adalah alat konversi energi elektrokimia yang akan mengubah hidrogen dan oksigen menjadi air, secara bersamaan menghasilkan energi listrik dan panas dalam prosesnya. fuel cell merupakan suatu bentuk teknologi sederhana seperti baterai yang dapat diisi bahan bakar untuk mendapatkan energinya kembali, dalam hal ini yang menjadi bahan bakar adalah oksigen dan hidrogen.
  • Layaknya sebuah baterai, segala jenis fuel cell memiliki elektroda positif dan negatif atau disebut juga katoda dan anoda. Reaksi kimia yang menghasilkan listrik terjadi pada elektroda. Selain elektroda, satu unit fuel cell terdapat elektrolit yang akan membawa muatan-muatan listrik dari satu elektroda ke elektroda lain, serta katalis yang akan mempercepat reaksi di elektroda. Umumnya yang membedakan jenis-jenis fuel cell adalah material elektrolit yang digunakan. Arus listrik serta panas yang dihasilkan setiap jenis fuel cell merupakan produk samping reaksi kimia yang terjadi di katoda dan anoda.

cara kerja fuel cell

  • Karena energi yang diproduksi fuel cell merupakan reaksi kimia pembentukan air, alat konversi energi elektrokimia ini tidak akan menghasilkan efek samping yang berbahaya bagi lingkungan seperti alat konversi energi konvensional (misalnya proses pembakaran pada mesin mobil). Sedangkan dari segi efisiensi energi, penerapan fuel cell pada baterai portable seperti pada handphone atau laptop akan sepuluh kali tahan lebih lama dibandingkan dengan baterai litium. Dan untuk mengisi kembali energi akan lebih cepat karena energi yang digunakan bukan listrik, tetapi bahan bakar berbentuk cair atau gas.

Cara kerja fuel cell

  • Pertama, anoda sebagai kutub negatif fuel cell. Anoda merupakan elektroda yang akan mengalirkan elektron yang lepas dari molekul hidrogen sehingga elektron tersebut dapat digunakan di luar sirkuit. Pada materialnya terdapat saluran-saluran agar gas hidrogen dapat menyebar ke seluruh permukaan katalis.
  • Kedua, katoda sebagai kutub elektroda positif fuel cell yang juga memiliki saluran yang akan menyebarkan oksigen ke seluruh permukaan katalis. Katoda juga berperan dalam mengalirkan elektron dari luar sirkuit ke dalam sirkuit sehingga elektron-elektron tersebut dapat bergabung dengan ion hidrogen dan oksigen untuk membentuk air.
  • Katalis yang digunakan untuk memfasilitasi reaksi oksigen dan hidrogen. Katalis umumnya terbuat dari lembaran kertas karbon yang diberi selapis tipis bubuk platina. Permukaan katalis selalu berpori dan kasar sehingga seluruh area permukaan platina dapat dicapai hidrogen dan oksigen

Picture2

Keunggulan Fuel Cell Hidrogen

  • Keunggulan penerapan sumber energi alternatif hydro fuel cell antara lain tidak bising karena tidak terdapat komponen bergerak, tidak polutan (tidak beracun, tidak berbau) karena sekresi (zat buangan) yang ditimbulkan adalah H2O alias unsur air, dan memiliki efisiensi proses yang jauh lebih baik dibanding dengan sistem konvensional.
  • Berbeda dengan baterai, fuel cell tidak hanya menyimpan tetapi juga menghasilkan energi listrik secara berkesinambungan selama masih ada pasokan bahan bakar. Kelebihan teknologi yang diindonesiakan menjadi sel tunam adalah efisiensinya, tidak bising, hampir tak menghasilkan bahan pencemar sama sekali, serta banyak pilihan bahan bakar.

Pemakaian Fuel Cell

  • Di banyak negara maju, teknologi sel tunam sudah bukan barang baru lagi. Negara seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman atau Inggris telah mengembangkan teknologi ini sejak lama. Di negara ini yang menjadi pemicu pemakaian hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan adalah isu lingkungan dan konservasi energi.
  • Produsen kendaraan seperti General Motors (GM) misalnya sudah merilis prototipe mobil berbahan bakar hidrogen. Mobil yang rencananya akan komersial pada tahun 2010 ini menggunakan sel tunam berbentuk wafer yang berfungsi memisahkan atom hidrogen menjadi proton dan elektron. Dengan memakai elektron sebagai arus listrik, digabungkan proton dengan oksigen dari udara, sehingga hasil sampingnya hanya uap air.

Fuel Cell pada IT

  • Bukan hanya kendaraan bermotor saja yang dianggap layak memanfaatkan sel tunam, melainkan juga bidang teknologi informasi (TI). Produsen komputer jinjing (laptop) Jepang misalnya, mengembangkan teknologi ini pada sejumlah produknya. Tidak semua sel tunam bisa dipakai untuk alat elektronik portabel, hanya sel tunam metanol langsung (direct methanol fuel cell) yang termasuk sel tunam alkalin saja yang bisa. Apabila diproduksi secara masal maka harga sel tunam bisa bersaing dengan baterai Lithium-ion yang kini banyak digunakan. Densitas energinya bahkan bisa 5-10 kali lebih besar baterai Lithium-ion.

Fuel Cell pada BTS

  • BTS bertenaga hidrogen ini mengunakan teknologi termutakhir dimana gas hidrogen dikonversikan langsung dalam suatu reaksi elektrokimia menjadi tenaga listrik. Sisa pembuangan dari proses ini adalah air murni, yang sama sekali tidak membahayakan lingkungan.
  • BTS yang ramah lingkungan itu menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar yang akan menyediakan tenaga cadangan apabila pasokan listrik PLN mengalami gangguan.
  • Umumnya, generator bertenaga diesel akan difungsikan apabila pasokan listrik PLN terganggu. Namun pada BTS hidrogen, sel bahan bakar dapat digunakan sebagai pasokan tenaga cadangan

Picture3

Kapasitas  Fuel Cell

  • Sel bahan bakar ini menggunakan gas hidrogen untuk komersial yang dikirimkan ke lokasi BTS dalam bentuk silinder serta dapat memproduksi 3kw tenaga pada 48 V DC saat mesin bekerja
  • Dengan 6 tabung gas hydrogen (1560 cubic feet) akan dapat melayani sebuah site BTS selama 48 jam, sedang dengan pembangkitan genset konvensional untuk waktu yang sama dibutuhkan 240 liter solar

Pemakaian Fuel Cell Hidrogen pada BTS

  • Dari beberapa lokasi menara  yang paling sering mengalami kekurangan pasokan listrik PLN
  • Listrik yang tidak stabil
  • Daerah rawan pencurian
  • Daerah terpencil
  • Daerah yang tidak boleh berisik

Kendala Implentasi pemakaian Fuel Cell hidrogen

  • Yang menjadi masalah adalah proses menghasilkan hidrogen. Walau hidrogen merupakan unsur yang paling banyak terdapat di alam semesta namun keberadaannya terikat sebagai senyawa oksida. Maka untuk menghasilkan gas hidrogen diperlukan tenaga listrik yang sebagian besar dihasilkan dari sumber energi penyebab polusi.
  • Masalah lain yang akan timbul jika hidrogen digunakan sebagai bahan bakar adalah kebutuhan infrastruktur untuk pendistribusian hidrogen ke tempat penggunanya.
  • Kendala utama metode elektrolisis H2O konvensional saat ini adalah efisiensi total yang rendah (~30%), umur operasional electrolyzer yang pendek dan jenis material yang ada di pasaran masih sangat mahal. Kendala-kendala tersebut membuat hidrogen belum cukup ekonomis untuk dapat bersaing dengan bahan bakar konvesional saat ini.

Secara keseluruhan sangat mungkin terjadi penghematan energi. Walaupun sisi ramah lingkungannya masih hanya di sisi pemanfaatan, bukan pembuatan “fuel hydrogen”nya.

Dalam dekade mendatang dengan harga minyak yg melangit serta kesadaran efisiensi energi, maka teknologi Hydrogen (Fuel Cell) akan menjadi sangat penting.

by: dendi isnandar

Evaluation Control Strategic Management

Evaluation & Control

Proses kontrol dan evaluasi menjamin suatu  tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Hal ini membandingkan performansi dengan  hasil yang diinginkan dan menyediakan feedback yang dibutuhkan  untuk manajemen  mengevaluasi hasil dan mengkoreksi tindakan, sesuai dengan yang dibutuhkan.

Fungsi nya:

  • Menentukan apa yang akan diukur
  • Menetapkan standard untuk performansi
  • Mengukur performansi yang aktual
  • Membandingkan performansi aktual dengan standart
  • Mengambil tindakan korektif

manajemen strategis

Evaluation and control in strategic menagement

Informasi evaluasi dan kontrol meliputi didalamnya data performansi dan report aktifitas. Jika hasil performansi yang tidak diinginkan dikarenakan oleh proses manajemen strategik tidak digunakan dengan tepat, manajer operasional haus tahu tentang itu supaya dia dapat mengkoreksinya.

Measuring Performance

Performansi adalah hasil akhir dari aktivitas. Dimana pengukuran digunakan untuk memilih penilaian performansi tergantung pada  penilaian perusahaan dan tujuan yang akan dicapai.

Appropriate Measures

Performansi adalah hasil akhir dari aktivitas. Dimana pengukuran digunakan untuk memilih penilaian performansi tergantung pada  penilaian perusahaan dan tujuan yang akan dicapai.
Suatu perusahaan  perlu untuk mengembangkan tindakan yang akan mempredikasi seperti profit diantaranya. Hal ini dikenal sebagai steering control karena mereka mengukur variabel yang mempengaruhi profit dimasa yang akan datang.

Types of Control

Kontrol dapat menetukan fokus dalam hasil performansi aktual (output), dalam aktivitas yang berlangsung menghasilkan performansi (sikap) atau dalam sumber daya yang digunakan dalam performansi (input). Kontrol sikap dapat dispesifikasikan dengan bagaimana sesuatu dapat diselesaikan dengan kebijakan, peraturan, SOP, dan perintah atasan. Ouput kontrol  dapat digambarkan sebagai apa yang dicapai dengan berfokus pada hasil akhir dari sikap melalui penggunakan objektif dan target performansi. Input kontrol berfokus pada sumber daya, seperti pengetahuan, skill, kemampuan, nilai dan motivasi.

Activity Based Costing
Aktivitas berdasarkan pengeluaran (biaya) baru baru ini dikembangkan sebagai metode accounting untuk mengalokasi indirect dan fixed cost untuk individual product atau product lines berdasarkan nilai tambah aktivitas yang terjadi dalam product ini. Metode accounting ini sangat berguna dalam menentukan analisis value chain dalam aktivitas perusahaan  untuk menentukan keputusan.
Enterprise Risk Management
Proses terintegrasi untuk mengatur ketidak pastian yang dapat berpengaruh negatif atau positif yang dapat berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.Proses menilai resiko meliputi ;
  • Mengidentifikasi  resiko, dengan menggunakan skenario analisis atau brainstorming atau dengan melakukan pengukuran  resiko itu sendiri.
  • Merangking resiko, dengan menggunkan scale of impact atau yang semacamnya
  • Mengukur resiko, dengan menggunakan agreed upon standard.

Primary Measures Of Corporate Performance

Analisis merekomendasikan menggunakan metode yang dapat mengevaluasi  strategi yang sukses atau gagal. Beberapa metode diantaranya stakeholders measures, shareholders value, dan balanced scorecard approach.

  • Traditional Financial Measures

Diantaranya yaitu ROI (return on investmet) , Earning per share (EPS) Return on equity (ROE), dan operating cash flow

  • Stakeholder Measures

Setiap stakeholder mempunyai pemikiran masing masing untuk menetukan sebaik apa performansi perusahaan. Kriteria ini secara umum berhubungan  dampak aktivitas perusahaan dengan keinginan stakeholders baik secara langsung maupun tidak.

  • Shareholder value

Shareholder value dapat didefinisikan sebagai present value of  the anticipated future stream of cash flows from the business plus the value of the company if liquidated. Nilai saat kini dari perkiraan pengeluaran cash flow secara besar yang telah diantisipasi dari kinerja perusahaan, jika perusahaan dilikuidasi.

  • Balanced scorecard appoach : using key performance measures

Balanced scorecard menggabungkan pengukuran finansial yang menyatakan hasil dari tindakan telah diambli dengan pengukuran operasional berdasarkan kepuasan pelanggan, proses internal, dan inovasi dan perkembangan perusahaan. Manajemen seharusnya mengembangkan tujuan atau sasaran di empat area dibawah ini;

  • Finansial ; bagaimana kami terlihat  di shareholder
  • Customer ; bagaimana customer melihat kita
  • Internal business perspektive ; apa yang musti kita lampaui
  • Innovation and learning ; dapatkah kita meneruskan peningkatan dan menciptakan nilai lebih
Slide 1

Proses kontrol dan evaluasi menjamin suatu  tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Hal ini membandingkan performansi dengan  hasil yang diinginkan dan menyediakan feedback yang dibutuhkan  untuk manajemen  mengevaluasi hasil dan mengkoreksi tindakan, sesuai dengan yang dibutuhkan

Balanced Scorecard, Malcom Balridge, TQM

Balanced Scorecard

Kelebihan sistem manajemen strategis berbasis balanced scorecard dibandingkan konsep manajemen yang lain adalah bahwa ia menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. balanced scorecard paling tepat disusun pada saat-saat tertentu, misalnya ketika ada merjer atau akuisisi, ketika ada tekanan dari pemegang saham, ketika akan melaksanakan strategi besar dan ketika organisasi berubah haluan atau akan mendorong proses perubahan

Balanced scorecard diyakini dapat mengubah strategi menjadi tindakan, menjadikan strategi sebagai pusat organisasi, mendorong terjadinya komunikasi yang lebih baik antar karyawan dan manajemen, meningkatkan mutu pengambilan keputusan dan memberikan informasi peringatan dini, serta mengubah budaya kerja. Potensi untuk mengubah budaya kerja ada karena dengan balanced scorecard, perusahaan lebih transparan, informasi dapat diakses dengan mudah, pembelajaran organisasi dipercepat, umpan balik menjadi obyektif, terjadwal, dan tepat untuk organisasi dan individu; dan membentuk sikap mencari konsensus karena adanya perbedaan awal dalam menentukan sasaran, langkah-langkah strategis yang diambil, ukuran yang digunakan, dll.

Malcom Balridge

mendorong perusahaan untuk menjadi yang terbaik,” ujar peraih predikat The Best Executive Divisi Regional V 2002 itu. Dalam Kriteria Baldrige, kinerja sebuah perusahaan bisa dibandingkan dengan kinerja perusahaan lain yang sejenis berdasarkan skor (nilai) yang diperolehnya.

Sebuah perusahaan yang berhak mendapatkan penghargaan setidaknya harus melalui 4 tahapan utama: Pengajuan Dokumen Aplikasi, Audit Dokumen, Peninjauan Langsung Perusahaan, dan Sidang Dewan Juri (Board of Examiner).

Setiap tahapan mempunyai persyaratan yang standard an batasan sangat ketat, berupa persyaratan administrasi maupun panduan penilaian (scoring guideline). Setiap organisasi yang dinilai harus menunjukkan – melalui fakta dan data – bahwa mereka memiliki system manajemen kelas dunia dan selalu berusaha meningkatkannya. Sebelum memberikan rekomendasi organisasi yang berhak menerima penghargaan, pemeriksaan final dilakukan oleh Dewan Juri dengan mengunjungi organisasi yang dinilai sebagai kandidat penerima.

TQM

TQM adalah pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk dan pelayanan suatu organisasi.  Dalam TQM di bangun budaya kualitas dan melibatkan semua level karyawannya di perusahaan. Lebih  menonjolkan kerja tim dan pemecahan terhadap masalah dengan mendorong melakukan inovasi – inovasi baru dalam rangka perbaikan kualitas dan memuaskan pelanggan.