Evaluasi Dan Kontrol (Mengukur Kinerja Perusahaan)

Melalui strategi ini, audit, kompensasi, BOD mengevaluasi performansi kerja dari CEO dan top management team.  Performansi perusahaan binilai dari profitnya dengan menggunakan pengukuran ROI, ROE, EPS, atau shareholder value.
Management audit
Sangat berguna bagi BOD dalam mengevaluasi penanganan manajemen dalam banyak aktivitas perusahaan.
Strategic audit
Menyediakan checklist pertanyaan pertanyaan baik untuk area tertentu atau bila ada masalah, dimana dapat menemtukan analisis sistematik dari banyak fungsi perusahaan dan aktivitas yang dilakukan.
Primary Measures of Divisional and Functional Performance
Sistem kontrol dapat ditentukan dengan memonitor fungis fungsi spesific, project atau divisi. Responsibility centre digunakan untuk memisahkan sebuah unit yang dapat dievaluasi secara terpisah dari unit unit lainnya. Beberapa tipe yang menetukancara perusahaan mengukur control system baik jasa atau produk;
Standard cost centers : secara umum digunakan dalam industri manufaktur, standard cost  telah terkomputerisasi untuk setiap operasi  dan berbasis data hstoris.
Revenue centers : dengan revenue center , produksi, umumnya hubungannya dengan unit atau dollar, diukur tanpa memikirkan resources cost (gaji). Hal ini lebih memetingkan efektivitas lebih dari efisiensi.
Expense centers : sumber daya yang diukur dalam dollar, tanpa mempertimbangkan untuk biaya produk atau jasa.
Profit centers : performansi yang diukur dengan hubungannya differensiasi antara revenue dan expenditur.
Invesment centers : diukur dengan hubungan differensiasi antara sumber daya  dengan servis atau produk itu sendiri.
Using Benchmarking to Evaluate Performance
Benchmarking adalah proses mengukur produk, services dan pelatihan  terhadap kompetitor yg terkuat atau perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin industri. Proses benchmarking biasanya meliputi beberapa langkah dibawah ini;
Mengidentifikasi area atau proses yang akan diteliti
Menemukan sikap dan output yang diukur dari area atau proses dan mendapatkan pengukuran yang tepat.
Memilih akses dari kompetitor dan prusahan perusahaan terbaik  yang akan kita hadapi untuk dibenchmark
Mengkalkulasikan diffrensiasi diantara performansi perusahaan perusahaan yang akan diukur  dan prusahan perusahaan terbaik  dan menentukan kenapa bisa ada differensiasi.
Mengembangkan taktikal program untuk menutup gap dalam performansi
Mengimplementasikan program dan kemudian membandingkan hasilnya pengukuran yang baru dengan kompetitor.
International Measurement Issues
Ada tiga teknik yang sering digunakan untuk performansi internasional yaitu ROI, budget analisys dan perbandingan histori.
Strategic Information System
Sebelum pengukuran performansi berdampak pada manajemen strategik, mereka terlebih dahulu dikomunikasikan dengan orang orang yang bertanggung jawab untuk formulasi dan implementasi rencana strategik. Disini strategic information system berperan, strategic information system bisa berupa computer based, manual formal atau informal.
Enterprise resource planning (ERP)
ERP menggabungkan semua aktivitas bisinis dalam suatu perusahaan, dari proses order ke produksi, dengan sebuah software. Tapi tidak semua ERP dapat bekerja di setiap perusahaan, ada tiga alasan mengapa erp dapat gagal;
Kurangnya penyesuaian dari software agar dapat bekerja di perusahaan
Terbatasnya pelatihan
Kurangnya dukungan untuk pengimplementasian
Problems in measuring performance
Short term orientation
Top executive menjelaskan bahwa dalam banyak situasi, mereka tidak selalu menganalisa implikasi jangka panjang dari operasa saat ini dalam strategi yang telah mereka adopsi dari dampak operasional strategu di misi perusahaan. Evaluasi jangka panjang lebih sering tidak dilakukan karena eksekutif ;
Tidak sadar akan pentingnya
Percaya bahwa pemikiran jangka pendek lebih penting daripada jangka panjang
Tidak mengevaluasi basis jangka panjang secara personal
Tidak ada waktu untuk membuat analisis jangka panjang
Goal Displacement
adalah kekeliruan  dengan arti jalan buntu dan terjadi pada saat aktivitas berusaha menolong manajer untuk mendapatkan tujuan perusahaan menjadi buntu bagi mereka sendiri. Ada dua tipe dari perubahan tujuan yaitu behavior substitution dan suboptimization
Behavior subtitution
Fenomena ketika aktifitas yang  merupakan orang pengganti tidak bekerja untuk  aktivitas pencapaian sasaran tetapi apada akhirnya mereka pasti dalam pencapaian sasaran karena aktivitas yang berbeda diberi reward
Suboptimization
Fenomena dari pengoptimalan sebuah unit untuk mencapai sasaran dengan kerugian perusahaan secara menyeluruh.
Guidelines for proper control
Kontrol seharusnya melibatkan hanya jumlah minimum informasi yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran kejadian
Kontrol seharusnya memonitor hanya arti dari aktivitas dan hasil, tanpa memeperhatikan tingkat kesulitan pengkuran
Kontrol seharusnya diatur dengan waktu sehingga dapat membuat tindakan korektif dan dapat diambil langkah sebelum telat
Kontrol Jangka panjang dan jangka pendek seharusnya digunakan
Kontrol seharusnya menunjuk pada pengecualian
Menekankan pada reward jika memenuhi standard dan sebaliknya
Strategic incentive management
Ada tiga pendekatan yang disusun untuk membantu mencocokkan pengukuran dan reward dengan explicit strategic objectives dan time frame;
Weighted factor method : pada umumnya digunakan untuk mengukur dan memberi reward jika performansi untuk top SBU manajer dan sekelasnya jika  faktor performansi dan kepentingannya berubah rubah dari satu SBU ke lainnya.
Long term evaluation method :berdasarkan performansu untuk jangka panjang
Strategic fund method : strategi ini mendorong eksekutif untuk melihat pengeluaran untuk pengembangan yang berbeda dari pengeluaran yang dibutuhkan untuk operasi ini.
Kesimpulan
Evaluasi dan kontrol adalah salah satu bagian yang tersulit dalam manajemen strategik, tidak tahu berapa pengukuran yang dibutuhkan agar kita mengerti dengan jelas. Oleh karena itu kita tidak saja butuh pengukuran secara tradisional yaitu dengan ROI atau EPS tapi juga menggunakan EVA, MVA atau balanced scorecard. Pengukuran performansi  dapat dan bisa dilakukan dengan hasil jangka pendek yang berorientasi tindakan dan goal displacement. Maka dari itu para ahli menyarankan menggunakan pengukuran multiple hanya jika menghasilkan kejadian yangsesuai dengan gambaran yang dapat dipertanggung jawabkan
  • Evaluating top management and Board of Directors

Melalui strategi ini, audit, kompensasi, BOD mengevaluasi performansi kerja dari CEO dan top management team.  Performansi perusahaan binilai dari profitnya dengan menggunakan pengukuran ROI, ROE, EPS, atau shareholder value.

  • Management audit

Sangat berguna bagi BOD dalam mengevaluasi penanganan manajemen dalam banyak aktivitas perusahaan.

  • Strategic audit

Menyediakan checklist pertanyaan pertanyaan baik untuk area tertentu atau bila ada masalah, dimana dapat menemtukan analisis sistematik dari banyak fungsi perusahaan dan aktivitas yang dilakukan.

  • Primary Measures of Divisional and Functional Performance

Sistem kontrol dapat ditentukan dengan memonitor fungis fungsi spesific, project atau divisi. Responsibility centre digunakan untuk memisahkan sebuah unit yang dapat dievaluasi secara terpisah dari unit unit lainnya. Beberapa tipe yang menetukancara perusahaan mengukur control system baik jasa atau produk;

  1. Standard cost centers : secara umum digunakan dalam industri manufaktur, standard cost  telah terkomputerisasi untuk setiap operasi  dan berbasis data hstoris.
  2. Revenue centers : dengan revenue center , produksi, umumnya hubungannya dengan unit atau dollar, diukur tanpa memikirkan resources cost (gaji). Hal ini lebih memetingkan efektivitas lebih dari efisiensi.
  3. Expense centers : sumber daya yang diukur dalam dollar, tanpa mempertimbangkan untuk biaya produk atau jasa.
  4. Profit centers : performansi yang diukur dengan hubungannya differensiasi antara revenue dan expenditur.
  5. Invesment centers : diukur dengan hubungan differensiasi antara sumber daya  dengan servis atau produk itu sendiri.

  • Using Benchmarking to Evaluate Performance

Benchmarking adalah proses mengukur produk, services dan pelatihan  terhadap kompetitor yg terkuat atau perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin industri. Proses benchmarking biasanya meliputi beberapa langkah dibawah ini;

  1. Mengidentifikasi area atau proses yang akan diteliti
  2. Menemukan sikap dan output yang diukur dari area atau proses dan mendapatkan pengukuran yang tepat.
  3. Memilih akses dari kompetitor dan prusahan perusahaan terbaik  yang akan kita hadapi untuk dibenchmark
  4. Mengkalkulasikan diffrensiasi diantara performansi perusahaan perusahaan yang akan diukur  dan prusahan perusahaan terbaik  dan menentukan kenapa bisa ada differensiasi.
  5. Mengembangkan taktikal program untuk menutup gap dalam performansi
  6. Mengimplementasikan program dan kemudian membandingkan hasilnya pengukuran yang baru dengan kompetitor.

International Measurement Issues

Ada tiga teknik yang sering digunakan untuk performansi internasional yaitu ROI, budget analisys dan perbandingan histori.

  • Strategic Information System

Sebelum pengukuran performansi berdampak pada manajemen strategik, mereka terlebih dahulu dikomunikasikan dengan orang orang yang bertanggung jawab untuk formulasi dan implementasi rencana strategik. Disini strategic information system berperan, strategic information system bisa berupa computer based, manual formal atau informal.

  • Enterprise resource planning (ERP)

ERP menggabungkan semua aktivitas bisinis dalam suatu perusahaan, dari proses order ke produksi, dengan sebuah software. Tapi tidak semua ERP dapat bekerja di setiap perusahaan, ada tiga alasan mengapa erp dapat gagal;

  1. Kurangnya penyesuaian dari software agar dapat bekerja di perusahaan
  2. Terbatasnya pelatihan
  3. Kurangnya dukungan untuk pengimplementasian

Problems in measuring performance

  • Short term orientation

Top executive menjelaskan bahwa dalam banyak situasi, mereka tidak selalu menganalisa implikasi jangka panjang dari operasa saat ini dalam strategi yang telah mereka adopsi dari dampak operasional strategu di misi perusahaan. Evaluasi jangka panjang lebih sering tidak dilakukan karena eksekutif ;

  1. Tidak sadar akan pentingnya
  2. Percaya bahwa pemikiran jangka pendek lebih penting daripada jangka panjang
  3. Tidak mengevaluasi basis jangka panjang secara personal
  4. Tidak ada waktu untuk membuat analisis jangka panjang
  • Goal Displacement

adalah kekeliruan  dengan arti jalan buntu dan terjadi pada saat aktivitas berusaha menolong manajer untuk mendapatkan tujuan perusahaan menjadi buntu bagi mereka sendiri. Ada dua tipe dari perubahan tujuan yaitu behavior substitution dan suboptimization

  • Behavior subtitution

Fenomena ketika aktifitas yang  merupakan orang pengganti tidak bekerja untuk  aktivitas pencapaian sasaran tetapi apada akhirnya mereka pasti dalam pencapaian sasaran karena aktivitas yang berbeda diberi reward

  • Suboptimization

Fenomena dari pengoptimalan sebuah unit untuk mencapai sasaran dengan kerugian perusahaan secara menyeluruh.

  • Guidelines for proper control

  1. Kontrol seharusnya melibatkan hanya jumlah minimum informasi yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran kejadian
  2. Kontrol seharusnya memonitor hanya arti dari aktivitas dan hasil, tanpa memeperhatikan tingkat kesulitan pengkuran
  3. Kontrol seharusnya diatur dengan waktu sehingga dapat membuat tindakan korektif dan dapat diambil langkah sebelum telat
  4. Kontrol Jangka panjang dan jangka pendek seharusnya digunakan
  5. Kontrol seharusnya menunjuk pada pengecualian
  6. Menekankan pada reward jika memenuhi standard dan sebaliknya

Strategic incentive management

Ada tiga pendekatan yang disusun untuk membantu mencocokkan pengukuran dan reward dengan explicit strategic objectives dan time frame;

  1. Weighted factor method : pada umumnya digunakan untuk mengukur dan memberi reward jika performansi untuk top SBU manajer dan sekelasnya jika  faktor performansi dan kepentingannya berubah rubah dari satu SBU ke lainnya.
  2. Long term evaluation method :berdasarkan performansu untuk jangka panjang
  3. Strategic fund method : strategi ini mendorong eksekutif untuk melihat pengeluaran untuk pengembangan yang berbeda dari pengeluaran yang dibutuhkan untuk operasi ini.

Kesimpulan

Evaluasi dan kontrol adalah salah satu bagian yang tersulit dalam manajemen strategik, tidak tahu berapa pengukuran yang dibutuhkan agar kita mengerti dengan jelas. Oleh karena itu kita tidak saja butuh pengukuran secara tradisional yaitu dengan ROI atau EPS tapi juga menggunakan EVA, MVA atau balanced scorecard. Pengukuran performansi  dapat dan bisa dilakukan dengan hasil jangka pendek yang berorientasi tindakan dan goal displacement. Maka dari itu para ahli menyarankan menggunakan pengukuran multiple hanya jika menghasilkan kejadian yangsesuai dengan gambaran yang dapat dipertanggung jawabkan

About these ads

Komentar ditutup.